Sabtu, 07 Juni 2014

BVB, Oh Mis Bi! We Miss You..

Bianca Van Bavel.
Setelah bulan Mei semakin sering saya bertemu dengan orang bule. Terakhir perjumpaan saya dengan si Bi, menambah daftar pertemuan saya dengan orang bule pada awal tahun 2014 ini.

Tapi entah dengan si Bi berbeda. Mungkin ada benarnya kata rekan saya kalau si Bi mempunyai senyuman yang luar biasa menawan. Tak hanya itu, Bi merupakan pribadi yang bersahabat nan menyenangkan. Jadi tak jarang beberapa rekan saya di komunitas Sayap Surabaya sering menanyakan keberadaannya saat ini.

Ambillah contoh seperti mas Agung Martani yang rela meluangkan waktunya untuk mengajak si Bi keliling kota (city tour), sampai mencoba sajian kuliner Surabaya, hingga duduk lesehan untuk mencicipi STMJ (Susu Telur Madu Jahe) di daerah Biliton Surabaya. Berbeda mas Agung dengan rekan saya satu ini yang bernama Fahmi Khairizal, yang sering kami sapa dengan nama "Mik-Amik".

Terhitung baru berjumpa dengan si Bi, ia sepertinya sudah menggilai senyumannya. Setiap ada kesempatan untuk kami berkumpul dan membahas agenda Sayap Surabaya, Mik-amik ini sering menanyakan kabar si Bi kepada mas Agung ataupun kepada saya.

Saya selalu tertawa saat Mik-amik menanyakan kabar si Bi. Entah memang pembawaan Amik yang pada awalnya tergolong ke dalam daftar pria dengan tampang dingin. Eh, ternyata terbantahkan dengan kehadiran si Bi, bule manis dari Canada. Amik bilang kepada saya, "selain rindu dengan senyuman Bianca, ia juga ingin berlama-lama dengan Bianca untuk melatih kosakata bahasa inggris yang masih perlu dibiasakan lagi."

Si Bi, dengan nama lengkap Bianca Van Bavel adalah perempuan kelahiran Canada. Ia bersekolah di Ireland fokus dengan studi konsentrasi biologi. Awal Mei 2014 lalu, ia berada di Indonesia untuk penelitian mengenai sanitasi. Sebelum berada di Indonesia, Bi juga aktif menjadi bagian untuk mengajak masyarakat peduli akan hari toilet yang sering diperingati pada bulan November di seluruh dunia. Bersama rekan-rekannya di Mc Gill, Bi aktif menyuarakan mengenai pentingnya sanitasi yang layak.

Si Bi di pojok bawah sisi kiri. Foto di ambil di sini.
Bianca adalah pribadi yang menyenangkan, terbukti kehadirannya ditengah-tengah kami membuat suasana lebih berwarna. Satu hal yang saya ingat dan paling berkesan darinya adalah ia pencinta masakan dengan sambal yang pedas. Ia sungguh kaget saat kami ajari cara makan menggunakan tangan kosong, dengan bahasa Jawa sering kami sebut dengan "muluk." 

Perjalanan Terakhir yang saya ingat bersamannya, sebelum Bi memutuskan untuk pulang ke Canada pada akhir Mei 2014. Mungkin juga menjadi bahan omongan rekan-rekan Sayap Surabaya, apalagi foto berdua saya bersama Bi saat kami traveling begitu dekat. 

With Bianca Van Bavel. :)
Bianca Van Bavel.
Bianca Van Bavel.
Bianca Van Bavel with me.
Bianca Van Bavel.
Bianca van bavel.
So Cute,, :)
I'm so sumonggo guys.. ;) yaaaahh, saya sungguh rindu dengan Bianca dan senyumannya itu.

4 komentar:

  1. Wah mantap mas bisa membawa jalan-jalan bule manis di Indonesia!

    Bicara tentang orang asing, jadi pingin merasakan jadi guide mereka selama di Indonesia, tapi entah baru terwujud kapan karena masih belum punya keberanian dan bingung juga cari kenalan bule nya gimana haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada bule? *langsung lempar ke bang Frenky* hahaha :D

      Hapus
  2. Jian uwaaaayuu tenan.. mantebs mas Mamen... :p

    BalasHapus