Minggu, 20 April 2014

Phil and Tetty (Fantastic Ranger)

Fantastic Ranger. (Foto)
Keterangan foto: (dari kiri ke kanan) Tetty Pangaribuan, Dedik, Iwan, Philippe Ganz.
 
Phil dan Tetty adalah suami istri yang saya kenal lewat rekan saya Lukman Nurdini, saat mereka berkunjung pada April 2013 di Wonorejo Surabaya untuk birding. Menurut cerita dari beberapa rekan-rekan saya, Phil adalah pria kelahiran Trüllikon, Switzerland. Sedangkan Tetty adalah istri dari Phil berasal dari Indonesia. Mereka berdua aktif berpetualang dan mendokumentasikan perjalanannya. Fantastic Ranger adalah sebuah nama yang dibuat Phil untuk mewadahi semua aktifitas yang mengarah kepada alam dan hewan. 

Phil, Lukman, dan petani tambak Wonorejo. (Foto)
Kecintaannya terhadap hewan dan alam membawanya ke Taman Nasional Baluran sebagai volunter. Bersama sang istri (Tetty), Phil tidak sendiri. Aktifitas Phil banyak dibantu oleh sang istri sebagai videografer. Sungguh mengagumkan melihat pasangan suami istri ini kompak beraktifitas di alam. Bangga rasanya jika mengetahui kekompakan mereka dalam berkarya bersama, menjaga alam dan mendokumentasikan keaneragaman flora dan fauna Nusantara.

April tahun ini Phil dan Tetty berkunjung lagi ke Wonorejo Surabaya. Kali ini bertepatan dengan komunitas kami yang baru terbentuk pada bulan Maret lalu: Sayap Surabaya. Tim dari Sayap Surabaya yang beruntung menemani Phil dan Tetty untuk birding adalah Adit, Ryan, dan mas Agung Martani selaku ketua dari Sayap Surabaya. Selain itu dari komunitas Mangrovers, mas Rusman Budi yang akrab kami sapa dengan panggilan "mas Prast" juga ikut mendampingi aktivitas birding di pertambakan yang masih menjadi lingkup area Pantai Timur Surabaya ini.

Fantastic Ranger and Sayap Surabaya.
Keterangan foto: (dari kiri ke kanan) Ryan, Phil, Adit, Mas Agung, Mas Prast (Mangrovers), dan Happy (KSB Kirik-kirik FKH UA).

Menurut Phil, "Ia tak pernah bosan jika harus menunggu untuk membidik burung dengan waktu yang cukup lama." Namun sayangnya, saat Phil dan rekan-rekan dari komunitas pengamat burung Surabaya melakukan aktifitas birding di Wonorejo, tidak banyak yang dapat dijumpai dan difoto dikarenakan cuaca yang kurang mendukung. Tetapi rekan-rekan tidak kecewa, karena pada dasarnya tidak ada yang mampu mengatur alam, kita lah yang mesti beradaptasi dengan alam.

Wonorejo sebagai daerah IBA (Important Bird Area), adalah satu kawasan yang berpotensi luar biasa untuk dijaga bersama. Bukan karena pada bulan Mei mendatang bertepatan dengan adanya sensus burung migran saja. Lebih dari itu, kawasan yang dijadikan laboratorium alam untuk siswa dan para mahasiswa yang mengambil bahan untuk penelitian harus memiliki perhatian khusus, terutama dalam segi kebersihan dan kelestariannya.

Philippe Ganz pada unggahan album foto di facebook miliknya yang diberi judul "Goodbye to Surabaya and Mangrove Wonorejo." Mengatakan, "Thank to all friends for an impressive day with so many birds. It was an unforgettable day with the fotocommunity Surabaya." Sembari mengunggah foto segerombolan Dara Laut yang sedang terbang, membuat kami pengamat burung di Surabaya menjadi bersemangat lagi untuk menjaga kawasan tersebut. "Orang bule saja mengakui jika Indonesia adalah cuilane suwargo, lah kita yang berada di dalam bagian ini tidak kah ingin lebih mencintainya?"

Dara Laut in Wonorejo. (Foto)
Kemudian, pada kalimat terakhir yang Phil tuliskan, masih di album yang sama berbunyi, "Thanks everybody and see us next time."
 
Sampai jumpa lagi Phil dan Tetty, terima kasih telah berkunjung ke Surabaya, khususnya Wonorejo sebagai tempat bermain dan belajar kami. Semoga kelak kita diberi waktu yang lebih untuk mengamati keindahan Tuhan yang diberikan kepada kita dengan gratis dan penuh nuansa keceriaan. []
 

2 komentar:

  1. Dara Laut = Sternidae Fams?
    Awesome!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thats right, Suku or Family Sternidae. But, I dont know many species Tern.

      Hapus