Sabtu, 12 April 2014

Nampak Lucu dan Bodoh


Siang kala itu sedang gila-gilanya melepaskan teriknya. Alhasil, kami berenam dibuat berkeringat, setelah berkeliling museum rokok House Of Sampoerna, kami memutuskan untuk menepi sebentar di sebuah warung makan yang masih satu wilayah dengan HOS.

Kami berenam tidak memesan makan. Padahal jam tangan telah menunjukkan pukul 13:00 WIB, kami malah memesan es teh manis. Saya yang masih kehausan terpaksa membuka lemari pendingin di samping tempat saya duduk dan mengambil botol teh hijau pabrikan. 

Sembari melepas lelah, beberapa diantara kami sibuk membuka hasil tangkapan dari kamera digital. Ryan misalnya, dia menggunakan lensa fix 50 mili nikor yang saya amati sedang memutar ulang rekamannya menggunakan mode video. Sedangkan mas Adrian dan Adit sepertinya lebih memilih menghisap rokok saja sembari mengamati sekitar. Mas Agung dan Ichsan yang saya perhatikan sedang sibuk memainkan ponsel pintarnya, entah sedang mengetik atau bermain game untuk mengusir bosan.

Saya sendiri memutuskan untuk membahas video yang diambil Ryan saat kami berada di museum. Saya memperhatikan beberapa scenes yang diambil Ryan secara sembunyi-sembunyi. Nampak menyenangkan saat melihat setiap orang dalam satu ruangan sedang melakukan aktivitasnya masing-masing tanpa dibuat-buat atau direkayasa. Alami dan apa adanya. Kemudian saya tertarik untuk mengulangi scenes yang direkam Ryan, saat saya sedang mengamati kumpulan Radio lama yang tertata rapi di ruang tengah musium rokok. Nampak lucu, mungkin lebih tepatnya aneh, saat saya melihat diri saya sendiri melakukan beberapa aktivitas yang kami lihat di layar ukuran 5x5 senti meter itu. Ada sebuah miniatur hidup yang saya coba artikan di sana, melihat diri kita beraktivitas dalam sebuah cermin kecil bernama kamera.

Dulu saat kita duduk di bangku sekolah dasar, mungkin kita pernah mendengar guru agama kita berbicara mengenai tugas malaikat (pencatat amal baik dan buruk), yang berkewajiban mencatat beberapa amalan hidup dan mencatat keburukan yang telah kita lakukan, Pada suatu hari akhir nanti, semua catatan itu akan diputar ulang dan kita tidak akan mampu mengelak saat semua rekaman itu ditampilkan di hadapan kita. Saat memutar rekaman di kamera Ryan, mungkin saya sedang tersadar, bisa jadi nanti saya akan lebih merasa bahwa, “semua yang saya lakukan sekarang akan nampak lucu dan bodoh nantinya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar