20:56



Kerapkali dalam hidup kita terlalu baik pada orang lain dan lupa belajar mencintai diri sendiri. Perihal kekalahan dan rasa percaya yang kemudian berbalik menjadi musuh. Mengenai perasaan yang kamu hibahkan dengan begitu rupa lalu dibalas dengan sebuah persekutuan tengik. Sepertinya hidup adalah perihal mempersiapkan kehilangan dan ditinggalkan.

Setiap penghianatan dan cara membalasnya kamu bisa saja belajar dari siapapun. Tapi apa yang lebih buruk dari disakiti orang yang kamu sayangi? Aku kira kita, seperti yang sudah kubilang sebelumnya, seringkali terlampau lugu untuk berpikir bahwa orang lain akan bertindak sebaik kita dan sejujur kita. Dan memang kenyataannya tidak demikian.

Mengenai seperangkat perasaan yang kerap kali kita namai cinta dan sayang, dibalas dengan sebuah kekejian. Mencintai orang yang salah. Sedangkan sebagian lain mencintai dengan cara dan keadaan yang salah. Kukira batas antara rasa cinta dan sebuah kebencian itu setipis kentut dan berak, bau busuknya sama saja.

Aku tak tahu alasannya mengapa diantara kita kemudian merancau galau dalam kesedihan bertele-tele. Ingatlah kamu masih selalu beruntung. Setidaknya siapapun yang kamu rasa telah hilang, ia masih hidup, masih ada untuk kamu temui di jalan dan kamu kenali sosoknya di manapun. Sedangkan kehilangan karena kematian atau mungkin karena persekongkolan tak mungkin semudah itu.

Kita tahu ada beberapa istri tokoh di luar sana, yang terombang ambing dalam tanda tanya, dipaksa menghadapi kekalutan setiap hari. Ia berada pada sebuah persimpangan antara kematian, kehilangan dan harapan. Ia disiksa perasaan yang menggantung pada bayang-bayang. “Apakah suamiku mati? Jika iya, dimana? Jika tidak, dimana?” Perasaan seperti itu jutaan kali lebih menyakitkan daripada harus menghadapi kematian yang sudah pasti nyata.

Sekali lagi, kamu beruntung bahwa kamu tak perlu merasakan kehilangan seorang karib karena masalah perempuan. Juga karena kamu bisa dicintai dengan apa adanya meski dengan segala sikap tengikmu. Sedangkan banyak jutaan dan milyaran orang di kolong langit ini harus memakai gincu dan berkata manis untuk bisa diterima. Kita kira juga ada baiknya kita berhenti galau dan belajar untuk menghargai hidup sendiri.

“I don't need  to  talk about her or  look at pictures...  'cause  the  truth  is, a  lot of  times,  I  see her... on the street. I walk down the street, I see her in someone else's face... clearer than any of the pictures you carry with you. I get that you're in pain, but you got each other. You got each other! And I'm the one who's gotta see her and the girls all the time.” Begitulah penggalan dari Reign Over Me yang saya kutip dari tulisan Bustomi yang mungkin membuat kita menjadi kusut masai.

Setidaknya kamu memiliki satu sama lain, memiliki pertemanan, sahabat dan rekan yang sama. Tinggal dalam satu kota dan negara yang sama. Berbeda dengan orang yang lantas diasingkan dan dipenjara di satu pulau terpencil. Dan kamu tidak perlu merasakan kerinduan yang dihantui oleh jarak.

Kamu bicara tentang rindu yang ditahan, rasa yang ditekan dan apapun yang kamu kutuki dari sebuah perpisahan. Kamu tak pernah tau apa itu perpisahan. Karena kamu dan orang yang kamu rindukan tinggal dalam satu atap kota yang sama. Dan memang benar, melankolia selalu menemukan wujudnya yang paling buas dalam kesendirian. Entah itu dalam keramaian ataupun sepi.

Baiknya kita, seperti yang semestinya dilakukan, berhenti untuk galau. Berhenti untuk merutuki nasip dan sikap diri sendiri. Mulailah mendendam dengan cara yang baik dan benar. Dendam tak akan pernah diajarkan dalam bangku perkuliahan pun juga dalam khutbah suci di jumat dan minggu pagi. Dendam lahir dari diri sendiri, itu yang membuat manusia menjadi makhluk yang otonom dari Tuhan dan iblis.

Manusia mendendam dan Tuhan yang mengutuknya.











PS: Salut untuk Bustomi, untuk tulisan yang mencerahkan dan menginspirasi. Semoga Tuhan selalu menjagamu dan memberimu kebahagiaan. Tidak ada yang tercuri darimu sobat, saat kau mampu menolong orang lain. Terus berkarya, semoga kau masuk surga!

0 komentar:

Posting Komentar

Pasang Iklanmu di sini