Memilih dengan pisau cukur mana kita akan berlabuh



King Camp Gillette

Saat saya berangkat travelling muka saya terlihat di cermin begitu sempurna. Bersih dan rapi dari rambut. Namun berbeda saat pulang dan menyelesaikan perjalanan. Rambut muka praktis tumbuh begitu liar. Terkadang saya begitu risih dibuatnya.

Kerisihan tersebut tidak hanya berlaku untuk rambut muka saja, seperti kumis dan jenggot. Tetapi juga berlaku pada rambut kepala, muka, ketiak, kaki, ataupun bagian intim tubuh manusia? Pada era modern saat ini, kita dapat leluasa memilih dengan pisau cukur mana kita akan membersihkannya. Tinggal pilih, mau pisau cukur bermata satu, dua, atau tiga sekaligus. Atau kita juga bisa menggunakan pisau cukur elektrik dengan menancapkan ke sumber listrik atau mengisinya dengan baterai. Tinggal tekan tombol on, maka rambut yang jemawut itu akan langsung lenyap.

Saya tertarik untuk mencari tahu perkembangan pisau cukur yang menyebar di pasaran. Karena di masyarakat banyak sekali kita jumpai ragam pisau cukur. Mulai dengan bentukan lurus sampai bentuk T, ada pula yang belekuk-lekuk layaknya bodi biduan. Ada juga yang elektrik shaver yang kadang bentuknya menyerupai microfon atau radio saku. Pertanyaannya lalu adalah: sebenarnya bentuk pisau cukur yang asli seperti apa?

***

FROM STONE UNTIL STAINLESS STEEL

Sejak sekitar 30.000 Sebelum Masehi, manusia—baik laki-laki maupun perempuan—sebenarnya sudah mempunyai kebiasaan bercukur. Alat yang digunakan ketika itu adalah batu yang dibentuk sedemikian rupa hingga memiliki ketajaman layaknya pisau. Kadang mereka juga menggunakan cangkang kerang atau benda-benda lain untuk bercukur. Memasuki zaman perunggu, manusia mulai mengenal teknik menempa logam. Pisau cukur pun berevolusi dari sekadar batu tajam menjadi sebuah logam atau batu obsidian berbentuk sabit—entah bagaimana orang dulu bercukur dengan pisau seperti ini. Sedikit fakta menarik, istilah barbarian atau orang barbar ternyata berasal dari kata unbarbared atau orang yang tidak bercukur. Bagi orang zaman dahulu, mereka yang tidak bercukur ternyata dianggap tidak beradab.

Teknologi pisau pemakan rambut mulai meloncat ke era modern sekitar tahun 1700-an. Ketika itu, orang-orang mulai mengenal pisau cukur straight razor yang dibuat di Sheffield, sebuah kota di Inggris yang terkenal dengan industri peralatan makannya. Pisau ini terbuat dari material baja khusus dengan model yang relatif sederhana. Sepintas, pisau ini terlihat seperti pisau daging yang dapat dilipat. Kelebihan pisau jenis ini adalah ia dapat memotong dengan sangat rapih dan bisa diasah jika mulai tumpul. Kekurangannya, tidak semua orang bisa menggunakannya—biasanya hanya tukang cukur yang bisa memakainya. Saya pernah mempunyai pengalaman mengerikan dengan pisau berjenis ini. Saat saya memutuskan potong rambut di sebuah rumah cukur, sang pencukur melakukan finishing menggunakan pisau ini. Memang hasilnya luar biasa bersih dan presisi. Namun efek dari ketidak hati-hatian dan skill pencukur akan mempengaruhi kulit anda akan tergores dengan tajamnya pisau ini apa tidak. Daripada mempertaruhkan tengkuk dan pipi anda, pertimbangkan kembali untuk merapikannya dengan pisau ini.

Straight razor juga disebut open razor atau cut-throat razor. Disebut cut-throat karena saking tajamnya, pisau ini dapat memotong tenggorokan manusia dengan begitu mudah, pernah melihat Sweeney Todd dalam film Sweeney Todd: Demon Barber of Fleet Street, begitulah kira-kira ketajaman pisau ini.

Kejayaan straight razor mulai pudar seiring dengan munculnya pisau cukur Gillette, yang menjadi peletak dasar pisau cukur modern hingga saat ini, pada tahun 1904. Ide safety razor, atau pisau cukur yang dibuat oleh King Camp Gillette, muncul ketika ia sedang bercukur di pagi hari di tahun 1894. Saat itu ia berpikir, “Kenapa saya tidak mencoba membuat pisau cukur yang aman, murah, dan dapat dibuang?” Ide tersebut muncul karena ia ingat perkataan dari penemu tutup botol crown cork, William Painter, bahwa penemuan yang baik adalah penemuan yang terus-menerus dibeli oleh banyak orang.

Sayangnya Gillette tidak bisa dengan segera mewujudkan mimpinya. Saat itu belum ada orang yang mampu membuat sebuah pisau yang kuat, tipis, dan berharga murah. Akhirnya ia terus mengembangkan ide pisau cukur yang aman, yang menghabiskan waktu enam tahun, sebelum akhirnya bertemu dengan William Nickerson, orang yang menyanggupi membuat pisau seperti yang diinginkan Gillette. Dan sejurus kemudian jadilah Gillette safety razor, pisau cukur dengan dua sisi pisau yang tajam, aman, murah, dan dikenal seluruh dunia hingga saat ini.

REVOLUSI DALAM BERCUKUR

Revolusi dalam teknologi “perang rambut” tidak berhenti ketika Gillette memperkenalkan teknologi safety razor pada tahun 1904. Setelah Gillette sukses mendulang uang lewat desain pisau cukur yang revolusioner, muncullah pisau cukur elektrik yang pertama kali diperkenalkan oleh Kolonel Jacob Schick pada tahun 1930-an.

Schick memang mempunyai mimpi untuk membuat sebuah pisau cukur yang tidak menggunakan krim ataupun air untuk bercukur, dan yang lebih penting, semua orang dapat bercukur tanpa takut luka terkena pisau cukur. Sang kolonel pun mulai membuat pisau cukur revolusionernya, dan terciptalah sebuah prototype pisau cukur elektrik, yang sayangnnya terlihat lebih besar dan mengerikan—lebih menyerupai sebuah granat daripada pisau cukur.

Tidak heran jika alat cukur otomatis versi pertama ini gagal, karena di tahun 1920-an belum ada yang mampu membuat motor listrik berukuran kecil. Akhirnya pada tahun 1931, Schick berhasil meluncurkan pisau cukur elektrik yang ia sebut dry shaver, karena tidak menggunakan air dan krim untuk bercukur. Evolusi dari pisau cukur elektrik pun terus berkembang sehingga menjadi dua jenis: foil dengan kepala pisau cukur memanjang seperti yang diperkenalkan Schick, dan rotary dengan kepala pisau yang terdiri dari bulatan-bulatan kecil, diperkenalkan oleh Philips.

Setelah lama tertidur, akhirnya era bercukur dengan air dan krim kembali ke permukaan pada tahun 1970. Saat itu Gillete memperkenalkan produk barunya, sebuah pisau cukur dengan pisau ganda, yang merupakan inovasi luar biasa pada saat itu. Era pisau cukur dengan jumlah pisau yang banyak terus berlanjut ketika pada tahun 1998 Gillete mengeluarkan sebuah inovasi baru: pisau cukur dengan tiga mata pisau!

Sebenarnya, ide tiga mata pisau bukanlah hal yang baru, karena ide ini sudah muncul sejak tahun 70-an. Saat itu, tiga mata pisau tidak digunakan karena menyebabkan iritasi pada kulit pemakai. Setelah gebrakan dari Gillete ini, bermunculanlah pisau-pisau cukur dengan mata pisau berjumlah banyak, kendati banyak orang menganggap mata pisau berjumlah banyak tidak terlalu efektif, karena mereka hanya ingin memotong rambut bukannya menguliti tubuh mereka sendiri.

Siapa yang sangka pisau cukur, sebuah benda yang dekat dengan kita sehari-hari, ternyata mempunyai teknologinya sendiri dan sejarah yang cukup menarik untuk disimak. Dan hebatnya, teknologi pisau cukur yang terus berkembang tidak lantas membabat habis teknologi sebelumnya. Straight razor masih dapat kita temui hampir di semua barbershop, begitu juga dengan safety razor ala Gillette dan pisau cukur elektrik. Semua teknologi itu menjadikan manusia memiliki banyak pilihan untuk memangkas rambut-rambut tidak terurus di tubuhnya. Dan jika hal seperti ini terus berlanjut, sepertinya kita tinggal menunggu munculnya pisau cukur laser yang menjanjikan potongan lebih bersih daripada pisau konvensional. Asal jangan malah langsung memotong kita.

0 komentar:

Posting Komentar

Pasang Iklanmu di sini