Senin, 29 April 2013

House of Sampoerna – Masihkah Merokok Itu Dilarang?

House of Sampoerna (HoS), yang terdiri dari Museum, Shop, Cafe, dan Galeri Seni, yang menarik untuk dikunjungi jika kita singgah di Kota Pahlawan, Surabaya dan Jawa Timur. Letak Museum HoS yang masih searah dengan Jembatan Merah, dan berdekatan dengan bekas penjara tua “Kalisosok,” jika kita menggunakan angkutan Bis Damri dari Perak menuju Terminal Purabaya (Bungurasih).

Museum HoS bercerita tentang kisah hidup pendiri PT HM Sampoerna Tbk., Liem Seeng Tee, serta perkembangan bisnis Sampoerna. Saat pertama kali kami masuk museum, kami disambut oleh “kakak wanita muda” berumur sekitar 25-an dengan senyum dan sapa yang manis. Setelah kami menyambut balik sapa mereka, tiba-tiba saya ditanya kartu identitas. Saya bertanya mengapa demikian, “Apakah muka saya terlihat lebih muda dari umur saya sebenarnya. Hehe..”

Setelah mereka memberi penjelasan, kemudian saya bertanya-tanya sedikit tentang beberapa hal yang menjadi daya pikat dari Museum Hos yang sudah saya datangi untuk kedua kalinya ini. Meski bukan pertama kali saya mengunjunginya, tetapi saya selalu terpesona dengan building-art dari Museum HoS. Sangat Kolosal. Kemudian kami disarankan untuk segera ke lantai atas, karena sebelum pukul 12:00 WIB para pekerja wanita masih melakukan proses pelintingan rokok. Terlihat disana, mungkin lebih dari 400 wanita melakukan proses pelintingan kretek menggunakan mesin manual dengan tangan, dengan sangat cepat. Saya sendiri melihat proses ini dengan decak kagum dan melihat mereka seperti ‘robot’ yang sedang melinting tembakau. Sayang kami tak diperkenankan untuk mengambil gambar dari prosesi ini, kecuali sudah mendapat ijin dari pihak manajemen HoS. Dilantai ini juga terdapat Museum Shop yang menjual beragam kerajinan tangan khas Jawa Timur dan Surabaya, seperti batik, kaos, dan cinderamata lainnya.

“Damn, the government for passing a law that visitors can’t take pictures of them. Now it seems like a whole hoax. But I’d really advise anyone to go see these talented women. They are awe-to-the-some!.” -HoS-Indohoy.

Berpindah menuju ruangan Galeri Seni HoS, mempersembahkan serangkaian pameran karya seniman Indonesia terbaik dan seniman muda berbakat. Saat kami tiba di ruangan Galeri terlihat pameran foto “Di Ufuk Timur” karya Deonisya Ruthy.

Lelah kami berkeliling, kami menuju Cafe yang memiliki sentuhan Art Deco menawarkan pengalaman bersantap yang unik. Cafe yang menyajikan berbagai hidangan Indonesia seperti Sop Asam Iga dan Sop Buntut Goreng, serta hidangan Barat. Membuat kami enggan untuk beranjak dari tempat kami makan. Padahal berapa menit lagi kami akan berkeliling Surabaya menggunakan Surabaya Heritage Track (SHT), sebuah program tur keliling kota tua Surabaya menggunakan bus dengan model trem. Pengunjung seperti kami, atau biasa disebut “trackers”, dibawa mengunjungi berbagai bangunan cagar budaya dengan ditemani pemandu wisata. Berbagai tur tematik seperti “Year End Track” di Desember dan “Lunar Track” di Januari dilaksanakan untuk melengkapi tur reguler yang berjalan tiap Selasa hingga Minggu.



































Jika kalian datang ke Surabaya, sempatkanlah mengunjungi museum ini. Bagaimana sejarah, perkembangan, dan produksi kretek mempunyai peranan yang tidak bisa diangap sebelah mata. Meski pro dan kontranya mengenai keberadaan kretek masih menjadi isu yang hangat di dunia kesehatan. Masihkah merokok itu dilarang jika kalian sudah datang ke HoS, bagaimana menurutmu?.
 
House of Sampoerna, Taman Sampoerna 6, Surabaya, Ph: +6231 353 9000, Fax: +6231 353 9009, web: www.houseofsampoerna.museum, E-mail: hos.surabaya@sampoerna.com

4 komentar:

  1. eksotik sekali. museum yang dikelola swasta begini justru jauh lebih bagus daripada yang dikelola pemerintah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Injih mas eksotis, matur nuwun sampun mampir. :)

      Hapus
  2. saya merokok, dan pacar saya tidak. tetapi kami sering mengunjungi musium ini. apalagi kami sangat menikmati perjalanan menggunakan bis mirip trem warna merah. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, apapun itu. HoS patut jadi kebanggaan mas anonim. :)

      Hapus