Sabtu, 20 April 2013

Dari Mana Asal Mantan?




Asal usul kata mantan menarik untuk diulik. Kata yang mempunyai makna sama dengan kata bekas dan eks ini lahir karena peralihan rasa. Dalam sebuah terbitan majalah Pembinaan Bahasa Indonesia tahun 1984, Ahmad Bastari Suan dari Universitas Sriwijaya mengusulkan penggantian pemakaian kata bekas dan eks untuk kasus-kasus tertentu. Dia berpendapat dua kata tersebut nilai rasanya terlalu rendah dan kurang pantas untuk sosok yang dihormati.

Kemudian muncul usulan kata mantan untuk menggantikan bekas dan eks. Kata tersebut sering dipakai dalam bahasa Basemah, Komering, dan Rejang yang bermakna tidak berfungsi lagi. Dalam bahasa Basemah ada kata penggawe mantan untuk menyebutkan eks pegawai atau ketip mantan untuk menyebut bekas khatib.

Dalam bahasa Jawa juga terdapat kata manten yang benntuk dan artinya bertalian dengan mari dan mantun, yang diambil dari bahasa Jawa kuno yang bermakna berhenti. Misal, manten angucap: berhenti berucap.

Pelan-pelan, kata mantan kemudian diterima dalam bahasa Indonesia. Sebagai inti frasa, sesuai dengan hukum DM, maka pemakaian kata mantan yang berkonotasi bekas diletakkan di awal frasa. Sebagai contoh mantan presiden, mantan raja, mantan menteri, dll.

Pemakaian kata mantan lebih dimaksudkan untuk menghilangkan konotasi buruk dan menghormati orang yang diacu. Oleh karena itu, pemakaiannya pun lebih ditujukan untuk orang yang diluhurkan. Sementara itu, kata bekas dan eks tetap dipakai. Sebut saja bekas penjahat ulung, eks narapidana, bekas mobil presiden, dll. (Yoyok Prima Maulana dalam Intisari edisi April 2013)

2 komentar: