Selasa, 30 April 2013

Apa itu Upacara Kasodo?



Upacara Kasodo merupakan upacara terbesar bagi orang Tengger. Upacara Kasodo terkait dengan legenda tentang asal-usul masyarakat Tengger. Berdasarkan kisah dalam legenda tersebut, pada akhir abad ke-15, ketika kekuasaan Majapahit mulai menurun, seorang putri dari Kerajaan Majapahit, Roro Anteng, bersama suaminya, Joko Seger, menyingkir ke wilayah sekitar Gunung Bromo dan membangun kerajaan kecil dengan nama Tengger. Nama ini diambil dari suku kata terakhir dari nama pasangan tersebut “Tengger”. Kerajaan tersebut berkembang dengan baik. Akan tetapi, pasangan tersebut tidak dikaruniai keturunan.

Dalam keputusasaan, Roro Anteng dan Joko Seger mendaki puncak Gunung Bromo dan berdoa meminta pertolongan kepada para dewa. Para dewa mengabulkan permohonan mereka dengan syarat, bahwa anak ‘bungsu’ yang dilahirkan harus dikurbankan ke dalam kawah gunung tersebut. Persyaratan itu disetujui oleh pasangan tersebut. Tidak lama kemudian lahirlah seorang anak dari pasangan itu. Namun, para dewa bermurah hati sehingga pada tahun-tahun berikutnya 24 anak lahir dari pasangan tersebut. Akan tetapi, ketika sang ratu mendengar bahwa anaknya yang ke-25 yang bernama ‘Kesuma’ merupakan anak yang terakhir dan harus dikurbankan, dia tidak tega memenuhi janjinya itu.

Dalam kemarahannya para dewa mengancam akan memuntahkan api dan belerang dari dalam gunung. Pada akhirnya, tidak ada pilihan lain bagi pasangan itu, kecuali melemparkan putranya yang terakhir ke dalam kawah Gunung Bromo. Segera setelah pengorbanan dilakukan terdengar suara anak itu yang meminta para masyarakat Tengger dan keturunannya untuk melakukan upacara setahun sekali di Gunung Bromo. Upacara itu bertujuan untuk memperingati peristiwa itu dan untuk meredam kemarahan  para dewa.

2 komentar:

  1. makasih ya,,,,,,,, Selesai Deh PR !!!!!!!!!!!!!!!!!
    :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama.. jangan lupa daftar pustakanya. :)

      Hapus