Kamis, 04 Oktober 2012

Tentang kesepakatan Percintaan - dari 4 Maret 2009


cinta, ra sa tai cho klat.

Malam yang selau berubah, di sepertiga, ataupun di setengah dari malam. Karena tak satupun malam yang bisa menyamakan persepsi orang-orang kesepian. Hanya berguman lemah tanpa dendam. Seperti kehilangan pengharapan dari setiap doa. Mereka lupa karena mereka tak mengerti.


“Cobalah mengerti semua ini mencari arti, selamanya takan berhenti. ingin kan rasakan rindu menjadi satu, biar waktu yang memisahkan.”  -Peterpan cinta banget sama Noah.

Kalau Naff bilang:  “kau yang selalu setia menemaniku, merasakan harumnya cintaku”. Itu perkara kebahagiaan di tahun pertama. Seolah para malaikat berpesta pedang pora dan para bidadari sedang memanen bunga pesona untuk acara tiap malam. Sedangkan iblis dengan setannya, belum kebagian jaga karena mereka sedang kuliah 12 sks di warung kopi langganan mereka, mulai dari adzan dhuhur sampai menjelang shola-shola adzan magrib di kumandangkan lagi, dengan cengkok sama persis. 

Konspirasi demo.

Kalau kata orang pesta adalah masalah “hip-hip hura-hura”, mungkin yang sependapat dengan ini adalah Ruben On Asu! Yang sekarang nampak macho dengan aksen tipis rambut sekitaran pipi dan dagu. Tapi kelakuan tetap hip-hip!!

Kalau kata istri bang Toyib, keluhannya selalu sama. Tapi tetap istimewanya dia selalu menghibur kita dengan dendangannya, “kenapa gak pulang?”. Pahalanya juga serupa kalau Rokib dan Atid lagi absen dan mereka minta TA, padahal ada kuis bulanan. Tapi si Gondrong gak bisa dianggap sepele, dia paling tau bagaimana cara ngaduk kukubima ditambah susu kental manis dan sedikit es batu, yang tau kalau panasnya siang itu gak usah diomelin di timeline. Cukup dijawab dengan es, toh tukang becak langganan saya dari taman kanak-kanak kalau ngaso siang malah mesen wedang kopi, mana yang lebih panas?

Kalau anak sekolah menengah pertama sekarang, pulang sekolah mereka mampir ke warung terdekat dengan sekolahnya, bukan beli kertas milimeter atau peraut pensil, tapi mereka lebih mapan dengan sebatang roko yang mereka selipkan ditelinganya. Lalu bikin sensasi dengan godain orang lewat dengan lelucon cabul, yang mereka anggap asyik. Seasyik mahasiswa kuliah kerja nyata di desa yang mayoritas penduduknya gak ngerti bahasa Indonesia, dan ngontrak sebulan berdalih kompak. Eh lah kok tiap malam ngebir, dan ngelonin anak orang! Pulang-pulang bikin rusuh, nyatroni kosan pacar orang, bikin gosip sampai kepo. Lebih biadab mana?


Kalau Fadli-Padi bilang dalam liriknya: “biar angin menentang, dan langit terhempas! Naif terlahir kewajaran kau tatih lelah dan semua hampa” –Demi Cinta.

“Jangan mengejarku, aku yang akan menghampirimu”, -Duta, Sheila on seven. Teriak begitu. Dulu aku boleh manggut-manggut. Tapi “seberapa pantas”-nya belum dinyanyikan, setelah album pejantan tangguh mau meredup, anton dan sakti pensiun dini. Kisah mirip buruh sekarang lagi teriak outsourching dengan berita selanjutnya, 44 paus mati terdampar di nusa tenggara. Gak usah bingung tad, aku bukan arman dhaniel, ataupun nhuran wibhisono. Apalagi mash jaki yang jadi kontributor majalah musik terkenal itu. 

Apalagi aku bukan anak manajemen angkatan genap nyambi kerja di warung kopi premium, biar gak dikira gak berguna dan sok nganngur. Paling-paling disana cuma ngikut magang berapa bulan. Lalu berlagak ngeluarin kata, “resign” biar dikira fokus ngerjain skripsi. Masalah pergi-pergi ke pantai bareng wanita (kata:kembang desa). Pamer foto di timeline, belagak nomention. Padahal direct mention-nya udah aki-nini, setua apa sih kamu? oya lupa, bastad dan dia kan satu bimbingan sama citra buat ngerampungin skripsi!

Gak usah marah, berlagak drama. Apalagi berlagak polisi pamong praja yang beraninya sama orang susah yang udah minum kopi ala warung kecil, sekarang bermobil enggan banget sama warung pinggiran. Noleh aja enggak. Seperti ado anak tajir rumahan, yang saya baru tahu kalau lemari pakaiannya pisah gak sekamar dengan dia, eh lemari ada di kamar ibunya. Padahal botol jackdi udah hampir menuhin kamar. Dia orang beruntung yang pernah saya temui setelah si bastad anak kidul kali kebraon. Si esa masih saya simpan di curhat colongan edisi ini.


Duh gita gutawa ini, dia bilang “minta ditelponin, minta di sms-in, minta di beli’in”, emang kau parasit.

Ya tak mengapa. Karena ini tentang kesepakatan percintaan, semua bisa bilang waow. Lalu jangan nambahin masalah, dengan bilang semua masalah ini buat Lo. karena sekali lagi, ini tentang kesepakatan percintaan. Semua bisa diatur kalau semua sudah kesusu (baca:keburu-buru), memang dimana-mana belahan dada dan susu itu diburu banyak orang, termasuk bayi, karena mereka Cuma tau susu bukan cinta. Lalu kamu taunya apa?