Jumat, 28 September 2012

Tentang Pikiran untuk Mati




Beberapa tahun lalu ada dokumentasi tentang seseorang yang mati kedinginan. Ia secara tidak sengaja terkunci di dalam kereta pembeku (freezer wagon) di stasiun kereta api di Amerika. Kejadiannnya terjadi pada hari Jumat malam. Oleh karena itu ia tahu bahwa sampai hari Senin berikutnya, saat orang baru akan mulai bekerja kembali, tidak akan ada seorang pun yang akan datang untuk mengeluarkannya dari tempat itu. Kebetulan ia membawa alat tulis. Oleh karenannya ia berpikir bahwa yang bisa dilakukannya untuk orang-orang yang ditinggalkannya adalah membuat catatan tentang kematiannya sendiri; dengan menuliskan bagaimana rasanya mati kedinginan; apa yang terjadi pada tubuh manusia, dan bagaimana rasanya ketika suhu badannya turun 10 derajat, lalu turun 10 derajat lagi, dan seterusnya. Ia membuat catatan tentang berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk mati kedinginan. Ketika rekan-rekannya bekerja kembali pada hari Senin pagi dan membuka kereta pendingin itu, mereka menemukan temannya telah mati di lantai dan coretan-coretan tulisannya tersebar di mana-mana di dinding bagian dalam kereta itu. Mereka bisa membaca dokumentasi terbaik yang membuktikan tentang apa yang terjadi pada saat seseorang mati kedinginan.

Namun, yang harus Anda ketahui adalah bahwa mesin pembeku di kereta itu ternyata tidak sedang dinyalakan. Temperaturnya selalu 56 derajat Fahrenheit (atau 13 derajat Celsius). Orang yang mati itu mengatakan pada dirinya bahwa mesin pembeku (freezer) itu menyala dan ia berpikir bahwa dirinya akan mati (perasaan sangat kuat). Ia jadi begitu kedinginan ... dan mati. Demikian kuatnya pikiran bawah sadar dan efeknya dapat terjadi begitu cepat dan sangat dramatis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar