Jumat, 28 September 2012

Tentang Pikiran untuk Mati




Beberapa tahun lalu ada dokumentasi tentang seseorang yang mati kedinginan. Ia secara tidak sengaja terkunci di dalam kereta pembeku (freezer wagon) di stasiun kereta api di Amerika. Kejadiannnya terjadi pada hari Jumat malam. Oleh karena itu ia tahu bahwa sampai hari Senin berikutnya, saat orang baru akan mulai bekerja kembali, tidak akan ada seorang pun yang akan datang untuk mengeluarkannya dari tempat itu. Kebetulan ia membawa alat tulis. Oleh karenannya ia berpikir bahwa yang bisa dilakukannya untuk orang-orang yang ditinggalkannya adalah membuat catatan tentang kematiannya sendiri; dengan menuliskan bagaimana rasanya mati kedinginan; apa yang terjadi pada tubuh manusia, dan bagaimana rasanya ketika suhu badannya turun 10 derajat, lalu turun 10 derajat lagi, dan seterusnya. Ia membuat catatan tentang berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk mati kedinginan. Ketika rekan-rekannya bekerja kembali pada hari Senin pagi dan membuka kereta pendingin itu, mereka menemukan temannya telah mati di lantai dan coretan-coretan tulisannya tersebar di mana-mana di dinding bagian dalam kereta itu. Mereka bisa membaca dokumentasi terbaik yang membuktikan tentang apa yang terjadi pada saat seseorang mati kedinginan.

Namun, yang harus Anda ketahui adalah bahwa mesin pembeku di kereta itu ternyata tidak sedang dinyalakan. Temperaturnya selalu 56 derajat Fahrenheit (atau 13 derajat Celsius). Orang yang mati itu mengatakan pada dirinya bahwa mesin pembeku (freezer) itu menyala dan ia berpikir bahwa dirinya akan mati (perasaan sangat kuat). Ia jadi begitu kedinginan ... dan mati. Demikian kuatnya pikiran bawah sadar dan efeknya dapat terjadi begitu cepat dan sangat dramatis.

Rabu, 26 September 2012

Surat untuk kekosongan




Song, kosong, selamat malam kau malam ini, aku menyapamu. Song, bagaimanakah keadaanmu sekarang? Kenapa kau diam, tak menjawab tegur sapa yang ku ucapkan. Hemm, mungkin kau sedang bosan? Atau sekarang kau sedang tak punya teman?, haha, lalu bagaimana aku bisa tau keadaanmu, tanpa kau berkata. Baiklah biar kucoba untuk menghiburmu, dengan sedikit kicauan seperti timeline di twitter malam ini, tapi tunggu dulu, apa kau tak dengar suara apa barusan?, kosong tak menjawab pertanyaaanku. Baiklah, ku anggap kau juga bisu, selain tuli. Benar-benar kau tak mendengar suara dentuman petasan tadi? Cukup buatku tersentak. Song, kau tau besok hari apa? Ah, percuma kau tak kan menyautiku. Besok jumat adalah dimana semua tetangga .... mengosongkan rumah dan pergi ke masjid.

Selasa, 18 September 2012

Beberapa hal tentang mantan

beberapa hal tentang mantan.

Ada beberapa hal sebelum membicarakan malam. Kurang sopan dan sedikit gaduh jika kita tak menyapa pagi. Ya selamat pagi semua.. bangun jam berapa kau pagi ini? Tergesakah, atau cukup waktumu untuk menemukan beberapa frame mimpimu, untuk buat kau semangat sampai enam belas jam setelah itu? Cuma teori.

Siang juga sedikit congkak akhir-akhir ini. Mungkin ia kurang perhatian. Dan sedikit keterlaluan. Haha, liat aja menjelang pukul 10.00 linimasa rame bicarakan siang. Macam cowok yang sedang lewat di beberapa koridor kelas, dan cewek-cewek yang baru keluar rambubernya sedang senggal-senggol pantat rekanannya, melirik genit. Tapi si cowok makin asyik, seperti menikmati ritual bl*w-job adegan puber. Begitulah siang. Mana mereka urus bau keringat dan macetnya jalanan gegara pegawai negeri asyik belanja dan makan ke Mal di jam kerja. Siang juga mana sempat urus kau yang tertidur pulas dan malah menikmati mimpi basahmu kala siang makin terik diluar sana. Siang gak peduli Men!

Beberapa hal tentang malam. Malam tak lagi sepi. Mungkin baru-baru ini. Apalagi kalau bola lagi maen. Apalagi kalau udah sabtu malam udah ngebet pengen dinaikin. Cuk. Beberapa tentang malam, Cuma dibeberapa manusia saja yang ngerasa sepi tentang malam. Seperti Ibu yang di tinggal suaminya. Seperti wanita gegara lakinya selingkuh. Dan beberapa anak gadis yang udah kena bius yang namanya “gombal” pacarnya, ditidurin, eh malah ditinggalin setelah tau positif. 

Beberapa hal tentang malam, ah lebih baiknya aku bilang dulu: “beberapa hal tentang mantan” sebelum aku bicara malam! Bersambung_

Minggu, 16 September 2012

Akhir pekan hemat dan pintar: Kampung Ilmu Surabaya

foto: A. Irsan Farohi.
Minggu sore di kampung ilmu, Jl. Semarang No. 55 Surabaya. Nuansa riuh pengunjung pasar buku. Semakin bergeliat dengan hiburan 2 penyanyi di pendopo kawasan kampung ilmu Surabaya. Lokasi kampung ilmu yang tak jauh dari stasiun Pasar Turi, semakin membuat kawasan ini menarik. Surabaya kini semakin melengkapi kawasan wisatanya, setelah Mangrove Wonorejo yang berlokasi di kawasan Rungkut Surabaya. Sekarang giliran jalan Semarang dengan wisata ‘kampung ilmu’-nya. Jalan Semarang memang terkenal dengan pusat pasar buku bekas. Sekarang para pedagang buku dan penggemar buku dimanjakan dengan adanya ‘kampung ilmu’.

Pengunjung selain bisa memilih dan membeli aneka buku, mulai buku memasak sampai dengan buku asing terbitan oxford university. Pengunjung juga bisa menikmati beberapa jenis makanan, seperti bakso, somay, dan beberapa jajanan khas Surabaya. Anda haus dan ingin menikmati sore dengan alunan musik electone, ya dikawasan kampung ilmu anda bisa menikmatinya: mulai dari kopi sampai minuman penyegar yang siap menyegarkan kering diantara panasnya Surabaya.

foto: Irawulan.
Terlihat beberapa stand menjual buku-buku, tak melulu buku yang anda dapati disini. Mungkin setelah anda membeli buku yang anda butuhkan, anda kawatir buku yang anda beli tak tersampul? Jangan kawatir di kawasan kampung ilmu anda bisa menyampulnya layaknya di toko buku besar yang sudah ada. Maklum rata-rata buku yang ada disini memang tergolong lama, tapi untuk isi dan kebutuhan anda jangan diragukan, “Kampung ilmu jawabannya”. Lokasi jasa penyampulan buku berada di sisi barat pendopo. Lokasi pendopo dikelilingi deretan stand buku-buku yang membuat anda kerasan untuk singgah dan membaca di setiap stand buku. 

Jika anda tak ingin membeli, atau hanya ingin berkeliling di kampung ilmu. Tapi hasrat anda tetap ingin membaca. Jangan kawatir, kampung ilmu juga menyediakan perpustakaan. Anda bisa bersantai, tanpa mengeluarkan uang, tetapi hasrat anda untuk menikmati sore dan membaca juga terobati.

foto: Hendraven Saragih.
 
Beberapa wartawan, seniman, terkadang juga terlihat di kampung ilmu. Seperti saya seorang mahasiswa yang penat dengan rutinitas dan ingin mengisi liburan akhir pekan dengan cara hemat, dan pintar. Bisa sekedar duduk-duduk santai sambil minum kopi hitam hangat sembari membaca koran metropolitan, ditemani alunan electone dan nyanyian syahdu yang sedang menyayikan lagu “Gesang – Bumi Emas Tanah Airku”. Cukup menginspirasi untuk esok senin kan. Lah bagaimana akhir pekan kalian? 

Senin, 03 September 2012

Sapaannya: “Chimenk”, Anak Gus Abdul

gaya tanduk iblis ala Chimenk.
Pada pertemuan kerja dengan rekan-rekan Universitas Brawijaya. Berlanjut kepercakapan menarik dari seorang kawan. Orang menyapa Ia dengan sebutan ‘Chimenk’ dari arti ganja. Perawakan kurus tapi lincah. Lumayan energik seumurannya mungkin bawaan lahir, atau karena doping ganja. Cekatan dan tanggap dalam bekerja, mahir mengemudi mobil dan juga Juara motor-kros waktu sekolah menengah. Dari sekilas kesan itu, saya tak pernah ragu kalau Ia orang yang ramah juga supel. Saya sering menjumpainya membawa kaleng minuman cap bintang buatan Amerika. Katanya untuk obat mabuk perjalanan.

Ia bercerita pengalaman menarik saat di bangku sekolah menengah. Berganti sekolah 11 kali, mungkin hoby atau frustasi, Saya sendiri sampai ngeri. Saya tak mengerti apa yang dilakukannya sampai 11 sekolah Ia jelajahi. Tapi yang Saya tahu Ia friendly. Ia menarik dan juga pencerita terbaik sebagai rekan kerja. Seandainya Ia tahu ajang stasiun Tv dengan acara stand up comedy, mungkin Ia jadi favorit pilihan pemirsa.

Mungkin Ia sanguinis yang berjiwa anarkis.

Ia sempat OD (over dosis) saat berumur 23. Mengigau dengan kabut dan juga bertemu Kakek-neneknya, syukurlah Tuhan masih sayang padanya. Tapi saat Ia sadar, Ia cuma ingat rokok Dji Sam Soe buatan Madura. Menjadi traveller umur 18 tahun, pergi ke Bali pulang dengan tato sayap malaikat di punggungnya. Umi (Ibu)-nya pingsan karena tak sengaja melihat seni tato yang Ia bawa pulang. Anak ragil dari tujuh bersaudara, keturunan Kyai dan juga penggiat masjid. Dari logat bicaranya sepertinya Ia pernah khatam Al-Qur’an. Entah angin apa yang membawa Ia jadi titisan setan. Haha peace Menk!

Tiga ruas rusuk kiri yang pernah patah, turut serta trisep kiri yang hampir hancur. Pernah Ia lakoni sebagai satria penunggang motor gila. Ladang belakang rumah Bude-nya sering jadi pelampiasan hasrat bermain motor-kros, sampai nyangsang di sela-sela pohon Jati saat Ia tak kuasa ingin jadi satria terbang bersama motor kesayangannya. Sadis benar hidupnya (dulu).

Namanya baru benar beken saat Ia bekerja. Chimenk baru menemukan rumahnya di sini. Bersama kami, Ia tularkan semangat kerja dan juga pengalaman hidup. “Memang dulu saya begitu, tapi sekarang jangan kamu ditiru”.

jaket hijau (depan) Chimenk, and the-genk.
Sempat ke Lembah Baliem. Tanpa diragukan kemampuannya. Namun Ia gundah saat rokok Dji Sam Soe satu gros miliknya, dicuri oleh porter pribumi Papua. Ia menyusuri Baliem, seramah suku Fak-Fak. Sepertinya Ia cocok tinggal di sana. Sempat tidur bersama Babi karena obsesi nikahi putri kepala suku. Tapi berujung foto bersama putri pribumi dengan upeti 250ribu karena Ia tak tahu, kalau foto bersama disana kena struk-resi. Mungkin Ia bati (untung), karena sang-mata tak lepas dari Mama yang bertelanjang dada. Tapi sedikit gusar saat berpelukan dengan Bapa ber-koteka sampai menutupi muka. Haha

Saya memang tak seakrap dengannya, tapi ada sisi dimana kita bisa tertawa lepas setelah kerja selesai. Beradu kopi, atau sekedar berbagi rokok. Menertawai apa yang aneh, mungkin imaji kita bertemu sebagai manusIa aneh dilorong yang sama. Ia sudah menemukan titik balik kehidupan, tapi masih bersyarat sebelum Ia menemukan seorang istri yang setIa mendampinginya sampai tua. Ia masih seperti ini. Sempat Ia dijodohkan dengan putri seorang Kyai teman Abah-nya. Tapi Ia ragu, entah apa yang Ia ragukan?.

Tak sabar menunggu Kamis, kita bertemu lagi Menk, bekerja dan tertawa bersama. Berceritalah banyak padaku, supaya Saya yang bodoh ini mengerti, bagaimana hidup dari melihat, mendengar, dan menghargai. I'll see you later :)