Senin, 13 Agustus 2012

#VerticalGarden - 11 Tanaman untuk Taman Vertikal


Tak Terbatas Hanya Tumbuhan Merambat

Esa Sampoerna Center Surabaya

Akhir-akhir ini konsep taman vertikal sudah mulai diterapkan guna menghijaukan dinding-dinding di Jakarta. Konsep tersebut diikuti juga penyediaan materi khususnya soft material dari nurseri. Ada perancang taman vertikal yang menyediakan tanamannya sendiri, sehingga dari awal tanaman tersebut sudah ‘diprogram’ untuk taman vertikal. Tapi tidak menutup kemungkinan, lanskaper taman vertikal juga mengambil tanaman dari nurseri untuk memenuhi kebutuhannya.

Teknik menanam
Cara menanam tergantung dari teknik yang dipakai untuk taman vertikal. Apakah itu menggunakan VGM (Vertical Greening Modul), geotekstil, felt atau teknik lainnya. Walau pun semua teknik tersebut bisa menggunakan tanaman yang sama, namun bila dipersiapkan sebelumnya sesuai dengan teknik taman vertikal yang akan diaplikasikan, maka akan lebih mudah pemasangannya.


Dalam benak banyak orang, tanaman untuk taman vertikal selalu tumbuhan merambat maupun memanjat. Padahal pilihannya tanamannya bisa seluas taman horisontal, bahkan tanaman berkayu pun bisa dipilih. -Titik Kartitiani-

Sebagaimana dijelaskan oleh Chandra Gunawan, pemilik Godong Ijo Nursery yang banyak menyediakan tanaman untuk taman vertikal, baik dengan VGM maupun dengan geotekstil. Untuk VGM, bisa langsung ditanam di modulnya. “kalau awalnya sih semua ditanam secara horisontal,” kata Chandra menjelaskan. Benih atau bibit disemai di tray dengan media sekam bakar dan kompos. Setelah agak besar, bibit tersebut ditanam di modul yang diletakkan horisontal sebagaimana meletakkan tray. Baru kemudian dipasang secara vertikal di rangka baja yang sudah disiapkan di taman vertikal.

for Home
Lainnya halnya tanaman yang disiapkan untuk taman vertikal dengan geotekstil. Penanaman tidak perlu khusus. Bisa menggunakan tray maupun polibag sebagaimana menanam tanaman untuk taman horisontal. Baru setelah tumbuh dan ukurannya pas untuk taman vertikal, tanaman tersebut tinggal dipindah saja dengan tahapan menanam.

Yang penting diperhatikan adalah jenis tanamannya. “Sebenarnya tanaman apa saja bisa, tanaman berbunga sampai tanaman berkayu.  Asalkan tahu sifat tanaman dan syarat pertumbuhan,” kata Decky Rinawan dari Wong Tani Landscape, Jakarta. Salah satu desainer lanskap yang banyak membuat taman vertikal ini menjelaskan, bawah membuat taman vertikal ini menjelaskan, bahwa tanaman berbunga bisa ditanam di taman vertikal yang mendapatkan banyak sinar matahari. Sedangkan tumbuhan berdaun indah cocok untuk lokasi dinding yang sedikit mendapat sinar matahari.

Soal tanaman berkayu misalnya. Decky banyak menggunakan soka (yang juga berkayu), corymbosa hingga beringin. Kuncinya pada ‘pengendalian’ akarnya karena kebanyakan tanaman berkayu khususnya, akarnya kuat menembus dinding. “Kalau nutrisinya cukup, akar tidak harus ke mana-mana untuk mencari makan.” Tambah Decky. Akar akan tertahan di geotekstil hingga 5 sampai 10 tahun. Nah, kita lihat ragam tanaman yang digunakan di taman vetikal.

Ragam tanaman

Erigeron karvinskianus
Erigon karvinskianus
Tanaman berbunga putih yang menyerupai krisan, hanya ukurannya kecil. Pertumbuhan batangnya yang menjalar biasanya digunakan untuk penutup tanah. Di taman vertikal, Erigeron digunakan untuk memberi warna dan bunga di hamparan. Tekstur  dan ukuran daun yang kecil fleksibel untuk dibentuk. Dibiakkan dengan biji dan setek batang, ditanam ditempat yang terkena sinar matahari.



Begonia
Begonia
Ada banyak spesies dan varietas yang bisa digunakan di taman vertikal. Daun dan bungannya memperidah taman. Warna daun merah dan bunga putih, pink, dan juga merah menjadikan taman vertikal berwarna. Hanya perlu selektif, karena beberapa varietas tidak bisa tumbuh di tempat panas. Begonia dibiakkan dengan biji, setek batang maupun pemisahan rumpun. Ada yang ukurannya pendek ada pula yang tinggi.


Melastoma dodecandra
Creeping melastoma
Melastoma kita kenal sebagai tanaman berkayu dan tumbuh di hutan sebagai pohon pendek. Kali ini kita pilih Creeping melastoma, di mana pertumbuhan batangnya menutupi  tanah. Bungannya pink dengan daun hijau cerah digunakan di taman vertikal sebagai penambah unsur bunga. Bagi anda yang suka Melastoma, tanam di tempat yang terkena sinar matahari langsung, baik kawasan panas maupun sejuk akan lebih bagus pertumbuhannya.


Philodendron
Philodendron
Sama halnya dengan Begonia, ragam Philo bisa digunakan di taman vertikal. Karena pada dasarnya di alam, Philodendron tidak tumbuh di tanah melainkan di humus maupun menempel di pepohonan. Di sini, ragam Philodendron bisa ditempel dengan mudah di taman vertikal. Sebaiknya dipilih Philo dengan daun kecil. Philo tahan terhadap naugan.



Puring
Codyline
Beragam warna daun puring memang memesona. Kali ini puring (Codyline) yang kita pilih adalah jenis yang berdaun kecil dan warnanya hijau muda. Keunggulan dari jenis yang daun kecil ini memberi bentuk unik sebagaimana halnya topiari. Ukuran daun memungkinkan lanskaper meletakkan sebagai grub maupun border. Puring jenis ini tahan panas maupun di tempat yang minim sinar.



Tips: Transplanting tanaman di taman vertikal
  • Sirami tanaman yang akan dipindahkan agar tanahnya lepas dari tanah/media tanam tanpa merusak/ memutus akar.
  • Cuci akar hingga bersih dari media.
  • Celup dengan  fungisida dan obat hama.
  • Bungkus dengan rockwoll atau media tanam lainnya.
  • Siap dipindahkan ke taman vertikal yang menggunakan geotekstil.


Baby tears
Ukuran daun kecil, cepat menutupi permukaan merupakan keunggulan dari baby tears (Hemianthus callitrichoides). Dinamai baby tears mungkin karena merujuk dari bentuk daunnya yang bulat dan kecil-kecil sebagaimana air mata bayi. Warna tanaman ada yang merah tua, hijau dan variegata. Bisa ditanam di sinar matahari penuh maupun naungan. Baby tears ini agak sensitif terhadap kekurangan nutrisi, jadi pastikan aliran pupuk lancar.

Hemianthus callitrichoides

Paku boston
Nephrolephis exaltata
Bisa ditanam sebagai tanaman pot maupun border, paku boston (Nephrolephis exaltata) juga mewarnai dinding taman vertikal. Hanya saja pertumbuhannya tidak membentuk rumpun yang besar, tapi lebih ramping. Pertumbuhannya mengandalkan akar yang menjulur (seperti pertumbuhan stroberi) dan membentuk tanaman baru di tempat yang agak jauh dari induknya. Paku boston bisa ditanam di tempat ternaungi maupun panas langsung.

Aluminium plant
Bila lanskaper menggunakan aluminium plant (Pilea cadierei), itu artinya ingin menampilkan mozaik corak daunnya. Permukaan daun yang berkilauan seperti aluminium memberi warna megah dan terkesan modern di taman. Tanaman ini bisa ditanam dengan setek dan tahan terhadap naungan. Warna semakin berkilau jika ditanam di area yang banyak sinar.

Pilea cadierei

Soka
Tumbuhan berkayu yang ditanam sebagai tanaman tinggi sekaligus memberi warna cerah di taman dari bunganya. Soka (Ixora spp) mempunyai banyak jenis. Varietas yang ditanam di sini dipilih yang berbunga walau tanamannya masih pendek. Soka bisa berbunga bila ditanam di tempat panas.

Ixora Spp

Ivy
Hedera helix
Tanaman memanjat yang bisa dijadikan aksen di taman vertikal. Ivy (Hedera helix) ada yang berkayu ada yang berbatang sukulen. Jenis yang berbatang  berkayu ini pertumbuhannya lebih panjang, sedangkan yang berbatang sukulen tumbuh lebih tegak. Keduannya memberi warna hijau dan putih. Ditanam di naungan maupun sinar penuh. 

Lee kuan yew
Tanaman ini biasanya ditanam di pingiran bidang tanaman vertikal. Tujuannya untuk mendapatkan bentuk yang menjuntai ke bawah sehingga menutupi bagian yang tidak ingin diekspos sekaligus memperluas view taman vertikal. Lee kuan yew (Vernonia elliptica) dibiakkan dengan setek dan biji. Suka dengan sinar matahari langsung dan cepat tumbuh.
 
Vernonia elliptica
 
Demikian beberapa jenis tanaman untuk mengisi taman vertikal anda, semoga bermanfaat dan selamat mencoba. Salam Lestari, dan Salam Konservasi.