Bagaimana Waktu Senggang-mu?



Eagle fly free
Let people see
Just make it your own way
Leave time behind
Follow the sign
Together we'll fly someday

Helloween
Eagles Fly Free

Apa yang terlintas di benak kita saat mendengar kata "Waktu senggang"? Jika Kita termasuk salah satu yang mempunyai aktivitas yang sangat sibuk, mungkin waktu senggang sering menjadi bagian tertentu untuk bersantai, belanja, dan pergi ketempat hiburan melepas penat aktivitas. Audifax mengatakan dalam bukunya yang berjudul "Self Discovery", kita dapat mempergunakan waktu senggang sebagai perenungan untuk pemaknaan hidup. Pada umumnya manusia mengisi waktu senggang dengan melarikan dirinya ke perangkap-perangkap eksterior ketimbang melakukan kontemplasi atau menata interior dirinya.

Rekreasi  di waktu senggang, sering bukan dimaknai sebagai "Penciptaan-Kembali" (Re-Kreasi) melainkan justru menenggelamkan diri dalam aktivitas profan untuk sekadar lari dari kenyataan hidup yang mungkin begitu berat. Barangkali akan menarik jika kita menelisik bahwa pada masa Yunani kuno, waktu senggang justru memiliki makna berbeda dari apa yang umum dipahami sekarang. Pada masa itu, waktu senggang justru saat yang tepat untuk mengembangkan eksistensi diri, mengisi kepenuhan dirinya agar ke-manusia-an makin utuh.

"Dalam waktu senggang, manusia punya banyak kesempatan berkontemplasi tentang yang sublim, yaitu pengalaman eksistensi penting yang menjadi akar makna hidup." -Self Discovery-

Lalu bagaimana praktisnya 'waktu senggang' dalam keseharian? Tips berikut mungkin bisa Anda terapkan. Sebelum Anda tidur malam, sempatkan melakukan 'jeda spiritual'.

Lakukan langkah sebagai berikut:

  1. Pejamkan mata. (Ambil posisi meditasi)
  2. Pusatkan kosentrasi pada nafas. Bayangkan ada sesuatu yang mengalir dari titik yang berada antara tulang belakang dan kemaluan. Seiring Anda menghirup udara, aliran itu menuju ke atas sampai ke ubun-ubun dan seiring menghembus nafas, bayangkan aliran itu keluar membentuk lingkaran yang kembali lagi ke titik antara tulang belakang dan kemaluan.
  3. Dalam waktu 10 detik, capailah suasana hening. Seolah Anda mampu mendengarkan sesuatu yang terjauh sekalipun. Bayangkan Anda juga dapat mendengar sesuatu dari titik terdalam diri Anda.
  4. Lalu, mulailah putar kembali memori Anda sampai waktu tadi pagi Anda bangun atau saat Anda memulai hari tadi.
  5. Berdialoglah dengan momen demi momen yang terjadi hari ini. ingat, Anda di sini berdialog dengan momen, (bukan orang yang ada di momen tersebut). Caranya demikian: jika ada momen yang membuat Anda bahagia maka ucapkan pada momen itu: 'terima kasih'. Jika ada momen di mana Anda mungkin membuat orang lain merasa tidak enak maka ucapkan pada momen itu: 'maafkan saya'. (Ingat, disini Anda bukan meminta maaf pada orang, tetapi pada momen). Jika ada momen yang membuat Anda sedih maka capkan 'semoga saya mendapat hikmah'.
  6. Lakukan sampai bayangan momen terakhir sebelum Anda meditasi. Sebelum menutup, kembalilah pada suasana hening kurang lebih 10 detik seperti di awal tadi. Setelah itu, barulah Anda mengakhiri meditasi dan tidur.

Dalam waktu-waktu lain, saat waktu Anda luang, Anda bisa mengulangi dengan memutar memori hidup Anda, misal: sejak Anda kecil, sejak Anda berumah tangga, sejak Anda lulus kuliah, dst. Tips ini bukan sesuatu yang akan menghasilkann keajaiban dalam hidup Anda. Sama sekali bukan, Itu adalah sebuah 'Self Discovery' melalui waktu senggang. Intinya dari semua langkah tersebut adalah Anda menemukan jawaban 'mengapa' terhadap titik keberadaan Anda sekarang ini.

Selain tips di atas, Anda-pun bisa mendalami 'waktu senggang', melalui hal-hal seperti berdiskusi, mempelajari sesuatu, atau merasakan momen berarti bersama orang-orang yang membuat Anda memilki jawaban mengapa Anda hidup di dunia ini.

Self Discovery mengajak kita untuk merenungkan waktu senggang. Sudahkah kita melakukannya untuk kembali kepada diri kita sendiri? Sudahkah sejenak berkontemplasi merenungkan diri, menjawab pertanyaan 'mengapa' dalam tiap pernik peristiwa hidup sebelum kita melanjutkan beraktivitas? Sebuah kalimat menarik dari Nietzche bisa dijadikan penutup tulisan ini:
"Barang siapa memiliki jawaban dari 'mengapa' maka ia akan tahu hampir seluruh jawaban 'bagaimana'". -Nietzche-

Sumber: Buku Self Discovery

4 komentar

  1. mantab kak, meditasi juga sering saya lakukan dengan rekan-rekan club-teater, terutama sebelum latihan dimulai. ;)

    BalasHapus
  2. kalimat dari Nietzche, mantab Gan!

    BalasHapus

Pasang Iklanmu di sini